Search

Tujuan Cardiopulmonaru Bypass (CPB)

Beberapa tujuan dari dilakukan Cardiopulmonaru Bypass (CPB) diantaranya meliputi 3 sistem utama tubuh, diantaranya sistem respirasi, sirkulasi dan regulasi suhu.
Respirasi
1. Ventilasi, menyediakan eliminasi oksigen (O2) yang adekuat dan dapat dikontrol untuk mempertahankan PaCO2 (Tekanan parsial carbondioksida) dalam nilai yang diinginkan. Saat suhu menurun, produksi CO2 juga berkurang sehingga kebutuhan aliran gas kedalam oksigenator juga berkurang.
2. Oksigenasi, menyediakan transpor Oksigen (O2) yang cukup ke dalam darah. PaO2 (Tekanan parsial  oksigen) yang tinggi (150-300 mmHg) dipertahankan melebihi saat ventilasi mekanik. Karena membran oksigenator memiliki kapasitas cadangan yang rendah dan hiperoksia sedang tidak memiliki efek samping yang berat, sehingga PaO2 yang sedikit tinggi bisa dipertahankan
 
Sirkulasi
Mempertahankan tekanan dan aliran perfusi bersamaan dengan minimalisir trauma darah. Dikarenakan tekanan abnormal dan stress selama aliran darah ekstracorporeal, hemolisis selama CPB tidak dapat dihindari.

Regulasi Suhu
1. Menurunkan metabolisme tubuh dengan hipotermia
a. Hipotermia membolehkan penggunaan aliran darah sistemik rendah, sehingga mengurangi trauma darah dan meningkatkan proteksi SSP selama CPB. Kembalinya darah yang lebih sedikit memberi lapang operasi yang lebih kering.
b. Mengurangi suhu tubuh memungkinkan mengurangi metabolisme sampai titik dimana tubuh dapat mentoleransi total circulatory arrest untuk waktu yang lebih lama. Biasanya dengan suhu nasofaringeal/tympanic 16-20 derajat celcius dengan waktu sampai 45 menit.
2. Menyediakan preservasi miocardial hipotermik. Intravaskuler (anterograde/retrograde) dan cooling topical adalah cara yang digunakan untuk membuat henti miokardium flaccid dan hiperkalemia untuk melindungi miokardium. Untuk mengurangi penghangatan dari miokardium oleh jaringan sekitarnya (dan mencegah cedera dingin pada nervus phrenic), sebuah insulating pad dipasang di permukaan posterior jantung pada lobang pericardial untuk mencegah transfer panas langsung. Cardioplegia biasanya menurunkan suhu miokardium sampai 8-12 derajat celcius. Ketika sebuah kanula tunggal di RA-IVC (Right Atrium-Inferior Vena Cava) digunakan untuk memberi darah vena, suhu miokardium harus diawasi karena darah yang kembali ke RA berada pada suhu tubuh. Dua buah kanula, satu di IVC dan satu lagi di SVC (Superior Vena Cava)dan digunakan untuk mencegah darah vena masuk dan menghangatkan jantung, hal ini disebut kanulasi bicaval.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar